Wednesday, March 27, 2013

Macam-Macam Routing



Macam-Macam Routing

1.Routing statis
Penggunaan routing statik dalam sebuah jaringan yang kecil tentu bukanlah suatu masalah; hanya beberapa entri yang perlu diisikan pada forwarding table di setiap router. Namun Anda tentu dapat membayangkan bagaimana jika harus melengkapi forwarding table di setiap router yang jumlahnya tidak sedikit dalam jaringan yang besar. Apalagi jika Anda ditugaskan untuk mengisi entri-entri di seluruh router di Internet yang jumlahnya banyak sekali dan terus bertambah setiap hari...
Jika routing yang digunakan adalah statis, maka konfigurasinya harus dilakukan secara manual, administrator jaringan harus memasukkan atau menghapus rute statis jika terjadi perubahan topologi. Pada jaringan skala besar, jika tetap menggunakan routing statis, maka akan sangat membuang waktu administrator jaringan untuk melakukan update table routing. Karena itu routing statis hanya mungkin dilakukan untuk jaringan skala kecil
Cara kerja routing statis dapat dibagi menjadi 3 bagian:
- Administrator jaringan yang mengkonfigurasi router
- Router melakukan routing berdasarkan informasi dalam tabel routing
- Routing statis digunakan untuk melewatkan paket data

        2. Routing dinamis
Routing dinamik perubahan yang dilakukan melalui protokol routing. Routing protocol adalah berbeda dengan routed protocol. Routing protocol adalah komunikasi antara router-router. Routing protocol mengijinkan router-router untuk sharing informasi tentang jaringan dan koneksi antar router. Router menggunakan informasi ini untuk membangun dan memperbaiki table routingnya. Routing dinamis biasa diterapkan di jaringan skala besar dan membutuhkan kemampuan lebih dari administrator.

Routing dinamik adalah cara yang digunakan untuk melepaskan kewajiban mengisi entri-entri forwarding table secara manual. Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding table, tergantung keadaan jaringannya. Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan datagram ke arah yang benar.

  1.  Routing Static  adalah di gunakan untuk meng hemat bandwith dengan command yang sederhana dan hanya di gunakan untuk beberapa router saja  
contoh command :  router(config)#ip route network_destination_id subnet_mask default_gateway [administrative_distance] 
Keterangan :
  • network_destination_id adalah alamat jaringan yang dituju
  • subnet_mask adalah subnet mask jaringan yang dituju.
  • default_gateway adalah IP address gateway, biasanya address router yang berhubungan langsung.
  • administrative_distance adalah nilai 0-255 yang diberikan pada routing. Bertambah rendah nilai yang diberikan maka bertambah tinggi kegunaannya. Jika nilai tidak diberikan maka nilai default akan digunakan. Nilai default untuk directly connected (C) = 0 dan statically connected (S) = 1
    2.   Dinamic Routing fungsi dari routing protocol yang berkomunikasi dengan router yang lain untuk saling meremajakan (update) tabel routing yang ada
Silahkan Klik Link di bawah ini untuk belajar Macam-macam routing dinamic :


  1.  Routing RIP
  2. Routing EIGRP
  3. Routing OSPF
  4.  Routing BGP
  5. ISIS
Share:

0 komentar:

Klik dan Dapatkan $0.5

Content Security

About Me

My photo
Sumedang, Sumedang, Jawa Barat, Indonesia
Saya adalah Mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Kota Sumedang. Dan saya membuat BLOG ini untuk membantu rekan-rekan saya dan juga semua kalangan penggua internet untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai dunia INTERNET.

Publisher

PopAds.net - The Best Popunder Adnetwork
GalihPermana. Powered by Blogger.